Beranda > INFO > Etika Berkendara

Etika Berkendara

Tidak hanya dalam pergaulan dibutuhkan etika. Tapi dalam berkendara juga sangat perlu, agar tercipta rasa saling menghormati, menghargai diantara sesame pengendara. Dengan etika, maka secara otomatis akan terjaga keselamatan baik diri sendiri maupun orang lain.
Diharapkan, jangan lebih dulu terjadi kecelakaan baru menyandari pentingnya etika berlalulintas. Karena, pada prinsipnya, tidak seorangpun yang ingin celaka, saat berkendara. Lalu solusinya bagaimana? Tentu saja dimulai dari diri kita sendiri.

Guna meningkatkan kewaspadaan dan menumbuhkan etika bagi pengendara, ada beberapa tips yang bisa dijadikan untuk supaya selamat saat berkendara:

1. Pastikan kondisi fisik dan jiwa yang sehat,      lakukan pemanasan sebelum berangkat ke tujuan.

2. Pastikan mobil atau  sepeda motor yang akan digunakan benar-benar siap selama dalam perjalanan, mulai dari tune up, ban, rem, kopling, oli, handle gas, lampu depan, lampu rem, zign, rantai, busi, BBM dan surat-surat (SIM & STNK).

3. Gunakan helm full face atau helm standar (SNI) baik bagi pengemudi maupun pembonceng. Diharapkan memakai kacamata UV di siang hari agar tidak silau dan pandangan mata lebih jelas.
Menyangkut kemungkinan perubahan cuaca, pengendara sepeda motor harus mempersiapkan jaket, sepatu, body protector, sarung tangan, kacamata dan jas hujan.

4. Bagi pembonceng wanita, sebaiknya tidak duduk menyamping melainkan harus menghadap ke depan.

5. Untuk menyeberang, pastikan lalu lintas aman, barulah menyeberang.
Perjalanan di kota, kecepatan tidak lebih dari 60km/jam, jangan berjalan dengan zig-zag, apalagi jika memboncengkan balita, orang tua.

6. Jangan membawa muatan yang melebihi ketentuan (lebih dari 2 Orang).

7. Jangan mengendarai sepeda motor di lajur yang bukan peruntukannya, misalnya: trotoar dan yang lainnya.

8. Patuhilah rambu-rambu lalu lintas sepanjang rute perjalanan dan etika berlalu lintas.
Nyalakan lampu utama walau siang hari dan gunakan lajur jalan paling kiri.

9. Hal yang tak kalah penting adalah berdoa memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum mengawali perjalanan.

Kita tidak pernah tau dan tidak pernah mau celaka, tetapi kalau bisa dicegah kenapa tidak? Disiplin berlalu lintas bukan hanya milik Polisi tetapi milik kita semua agar selamat sampai tujuan. (BA)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: